July 14, 2024

Cara Membangun Web Server Di Distro Debian 6.0

4 min read

Tahukah anda bagaimana halaman web dalam dunia maya bisa diakses diseluruh penjuru dunia. Semua itu bisa terjadi karena jaringan komputer yang saling terhubung dan saling berkomunikasi. Tentunya ada sistem yang mengelola halaman web dalam suatu jaringan, sistem tersebut sering disebut sebagai web server. Kemudian apa sih web server ?Web server adalah sebuah perangkat lunak dalam server yang berfungsi menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui HTTP atau HTTPS dari klient yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali (response) hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML, CSS, Java Script, Ajax ataupun PHP.

Kali ini kita sama-sama mencoba membangun web server di sistem linux tapi kali ini kita coba menggunakan distro debian. Debian merupakan salah satu dari 3 parent distro yang ada sekarang yaitu red hat, debian dan slackware. Apakah web server ini bisa di bangun pada distro lain selain debian ?Jawabannya bisa pada dasarnya adalah sama jika anda mengerti prinsip script dan tata letak direktory akan terasa sangat mudah, sekalipun anda nanti berpindah ke distro lain selain debian.

Yang diperlukan untuk membangun web server di sistem linux maka kita membutuhkan aplikasi utama yaitu Apache. Untuk bisa menampilkan halaman web dinamis dan interkoneksi dengan database diperlukan aplikasi tambahan yaitu php5, mysql-server dan php-mod-mysql. Cara kerja web server cukup mudah untuk dimengerti karena hanya menggunakan 2 cara, yaitu :

  1. Menerima permintaan (request) dari client.
  2. Mengirimkan apa yang di pinta oleh client (respon).

Jika digambarkan alur kerja web server dapat dilihat pada gambar berikut :

org1

Web server memiliki banyak macam software yang digunakan diantaranya :

  1. Apche Tomcat.
  2. Microsoft Windows Server 2003 atau 2010 Internet Information Service (IIS).
  3. Lighttpd.
  4. sun Java System web server.
  5. Xitami web server.
  6. zeus web server.

Kemudian bagaimana cara membangun web server debian, berikut ini adalah tahap-tahapnya :

1. Install terlebih dahulu aplikasi pendukungnya antara lain apache2, php5 dan mysql-server.

org2

2. Perlu di ingat bahwa seluruh hal-hal yang berbau konfigurasi/service-service server yang membutuhkan konfigurasi seluruhnya terletak di direktory utama yang namanya /etc.

Apa maksud dari direktory /etc nanti anda bisa lihat di struktur hirarchy sistem linux secara garis besar. Disinilah kuncinya, jika anda pahap hirarchy maka anda paham seluruh struktur linux baik itu distro turunan maupun distro utama. Hanya saja yang direktory level 2 yang berbeda atau jadi pembeda antara distro pertama dengan distro kedua. Contoh : Di debian app web server namanya apache2, nama apache2 akan menjadi nama direktory di level 2 di bawah /etc jadi path address directory/alamat directory-nya adalah /etc/apache2, sedangkan di slackware apache2 diberi nama rc.httpd jadi path addressnya /etc/rc.d/rc.httpd.

Ada beberapa file konfigurasi di dalam directory apache2 diantaranya seperti terlihat pada gambar berikut :

org3

File yang konfigurasi yang akan dilakukan modifikasi terletak di dalam direktory sites-available, sites-available berisi file konfigurasi web server sedangkan di dalam sites-enable berisikan file mirror dari sites-available, maksudnya jika kita melakukan perubahan pada file yang ada di dalam sites-enabled maka akan merubah file asli yang ada di sites-available bisa diartikan sebagai file portal. File portal ini akan terbentuk jika kita menjalankan perintah a2ensite dan akan terhapus jika kita menjalankan perintah a2dissite.

3. Ada 2 file yang tersimpan di dalam directory sites-available yaitu file default dan default-ssl . File default merupakan konfig web server yang hanya berjalan pada port 80, dan default-ssl merupakan konfig web server yang berjalan pada port 443.

Untuk tahap ini kita coba yang berjalan pada port 80, karena kalau sudah bisa pada port 80 maka akan sangat mudah untuk pindah ke port 443 karena hanya menambahkan modul pengamanan saja. Coba kita copykan file default dengan nama lain yang diinginkan (ini hanya optional tapi sedikit penting, jika tidak ingin pusing ya boleh gunakan file default, tapi jika ingin sebagai file backup kalau terjadi kesalahan konfig dan tidak tau scriptnya bisa di jadikan file referensi, tapi itu terserah anda masing-masing).Langkah-langkahnya :

Langkah 1

Copy-kan file default ke nama yang anda inginkan.

org4

Langkah 2

Masuk ke file hasil copy dari file default, karena yang akan di modifikasi adalah file hasil copy bukan file asli.

org5

Langkah 3

Contohnya alamat document penyimpanan alamat web di pindah ke /public/halaman_web. Alamat ini saya buat sendiri dan anda bebas menentukan alamat yang ingin digunakan sebagai directory penyimpanan halaman web, seperti tampak pada gambar berikut:

org6

Langkah 4

Disable-kan file web server yang berjalan sekarang, kemudian enable-kan file web server yang dimodifikasi tadi menggunakan perintah berikut :

org7

Langkah 5

Kemudian sebagai sample coba buat file .html atau file .php untuk menguji apakah web server berjalan atau tidak. Seperti pada gambar berikut :

  • Pembuatan file halaman web html (sample).

org8

  • Pembuatan file halaman php info (sample php).

org9

  • Kemudian restart daemon web server, perintahnya sebagai berikut :

org91

  • Kemudian uji coba web server yang di bangun di client karena tidak mempunyai DNS jadi untuk menguji web server untuk melihat halaman web yang di buat tadi, jadi kita gunakan IP Address server untuk mengujinya. Berikut hasil pengujian halaman web berextensi html dan php.

org92

org93

  • Akhirnya selesai, tampilan hasil percobaan di atas menggunakan port 80. Untuk lebih real lagi sebaiknya gunakan DNS sebagai nama domain dari web server, sehingga pengujian tidak lagi menggunakan ip address server.

***::: SELAMAT MENCOBA :::***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.