July 21, 2024

Photography 101 : Shutter Speed

2 min read

Hai Palcomster, selamat datang di artikel Photography 101. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Speed. Dalam bahasan sebelumnya saya telah membahas tentang exposure triangle/segitiga exposure, lalu apa sebenarnya yang dimaksud shutter speed? Hal-hal apa saja yang dipengaruhi oleh shutter speed ?

batu 1

Secara sederhana shutterspeed dapat didefinisikan sebagai rentang waktu saat shutter di kamera terbuka. Pada era fotografi analog shutter speed didefinisikan sebagai lamanya film di ekspose/terpapar oleh pantulan cahaya dari objek yang di foto. Dalam era fotografi digital shutter speed di definisikan sebagai lamanya sensor kamera “melihat” subjek yang akan diambil gambarnya. Shutter speed di ukur di dalam detik artinya apabila kita menggunakan shutter speed 2” maka artinya kita membuka shutter kamera kita selama 2 detik, namun kebayakan konfigurasi yang digunakan adalah satu persekian detik (contoh : 1/250 yang artinya 1/250 = 0,004 detik). Shutter speed yang berkecepatan tinggi akan menghasilkan foto yang cenderung freeze seperti contoh foto di atas semakin cepat shutter speed yang kita gunakan maka jatuhnya air terlihat seperti butiran. Sedangkan semakin lambat shutter speed foto yang dihasilkan akan cenderung blur terlihat seperti foto di atas semakin lambat shutter speed yang digunakan maka air yang mengalir terlihat menyatu.

Rentang kecepatan shutter speed dapat berbeda disetiap kamera, namun pada kamera dSLR biasanya anda akan menemukan shutter speed dengan kecepatan 1/8000s sampai dengan ~ (infinity) dikarenakan beberapa kamera memiliki fitur “blub” atau kita dapat membuka shutter speed sesuai dengan waktu yang kita inginkan (contoh : canon 7D). Dalam penggunaannya yang perlu diperhatikan seorang fotografer adalah apakah objek yang akan di foto bergerak atau tidak, apakah foto yang ingin dihasilkan? Ada kalanya motion pergerakan itu akan tampak indah dan bagus, sebagai contoh ketika Anda memotret sebuah air terjun dan ingin menonjolkan seberapa cepat air itu mengalir, atau ketika Anda memotret sebuah balap mobil dan ingin memberikan nuansa kecepatan laju kendaraan, atau bisa juga ketika memotret bintang dan ingin memotret bagaimana bintang-bintang itu bergerak.

Perlu diingat bahwa jika Anda hanya terlalu berkonsentrasi pada Shutter-speed dan tidak menghiraukan dua elemen lain dalam Exposure Triangle (aperture & ISO), percayalah itu bukan ide yang bagus. Ketika Anda merubah shutter speed, maka otomatis Anda harus merubah satu atau dua elemen tersebut sebagai kompensasinya. Sebagai contoh jika Anda mempercepat shutter-speed sebanyak satu stop (1/125 ke 1/250) itu berarti akan kehilangan setengah cahaya untuk masuk ke kamera, untuk menyeimbangkan hal tersebut, Anda butuh untuk meningkatkan juga aperture sebanyak 1 stop (f16 ke f11), alternatif lain adalah dengan memilih setting ISO yang lebih tinggi (contoh dari 100 ke 400). hal lain yang patut dipertimbangkan ketika  mengambil keputusan tentang pemilihan pengaturan shutter speed adalah penggunaan focal length lensa. Focal length yang lebih panjang akan menyebabkan shake atau goncangan pada kamera anda, jadi untuk mengatasi hal itu pilihlah shutter speed lebih cepat (kecuali lensa Anda memiliki fitur image-stabilization).

camera 3

Demikian artikel mengenai shutter speed yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sampai jumpa pada artikel photography 101 berikutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.