July 24, 2024

Photography 101 Exp Triangle

2 min read

Hai Palcomster, selamat datang di artikel Photography 101. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang segitiga exposure (Exp Triagle).  Dalam bahasan sebelumnya saya telah membahas tentang exposure, lalu apa saja yang dapat mempengaruhi exporuse? Ya segitiga exposure merupakan 3 sisi/bagian yang dapat mempengaruhi exposure.

exptri

Ketiga bagian tesebut adalah shutter speed, Aperture, dan ISO. Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengapa shutter speed, Aperture, dan ISO dapat mempengaruhi exposure. Setiap perubahan pada salah satu elemen tersebut akan mempengaruhi elemen yang lain. Artinya kita tidak dapat merubah 1 elemen tanpa mempegaruhi elemen lainnya.

1. ISO

ISO adalah ukuran sensifitas sensor kamera terhadap cahaya (ISO 100, ISO 200, dst), semakin besar nilai ISO makan akan semakin peka terhadap cahaya. Apabila kita kembali ke kamera analog iso merupakan ASA (ASA 100, ASA 400, dll) pada roll film/klise. Sama seperti ISO semakin besar nilai ASA maka film yang kita gunakan akan semakin peka terhadap cahaya.

 2. Shutter Speed

Shutter speed adalah berapa lama waktu Shutter pada kamera terbuka pada saat kita mengambil gambar. (1/100, 1/250, 4, dst). Satuan waktu yang digunakan dalah detik jadi apabila kita mengkonfigurasi shutter speed kita pada angka 1/250 maka shutter akan membuka selama 1/250 detik pada saat mengambi gambar. Shutter speed akan mempengaruhi blur atau tidak sebuah foto. Semakin rendah shutter speed makan kemungkinan blur akan semakin tinggi dikarenakan pergerakan kamera atau objek foto, semakin tinggi shutter speed akan menyebabkan objek yang di bidik terlihar freeze.

 3. Aperture

Aperture adalah nilai besaran bukaan lensa atau yang biasa disebut diafragma (f/2, f/3.5, dll) semakin besar nilai apeture makan akan semakin kecil bukaan pada lensa dan semakin kecil nilai aperture akan semakin besar bukaan lensa sehingga lebih banyak cahaya yang bisa melalui lensa. Aperture juga akan mempengaruhi DoF (Deep of Field) semakin besar nilai apeture makan DoF yang akan dihasilkan akan semakin tipis, sedangkan semakin kecil nilai Aperture makan DoF yang akan dihasilkan semakin jelas.

Untuk lebih memahami ketiga elemen ini saya akan memberikan sebuah ilustrasi. Mari kita bayangkan kita sedang ada di sebuah rungan yang gelap dan sumber cahaya hanya berasal dari sebuah jendela, jika jendela tersebut di buka.

  1. Apeture bisa diibaratkan seberapa besar kita membuka jendela, semakin besar jendela di buka makan semakin banyak cahaya yang dapat masuk.
  2. Shutter Speed bisa di ibaratkan berapa lama jendela di buka apabila jendela di buka lebih lama maka cayaha yang masuk akan lebih lama berada di dalam ruangan dan dapat lebih lama dapat terlihat oleh mata kita.
  3. ISO bisa diibaratkan mata kita apabila di tempat yang kurang cahayanya mata kita akan menyesuaikan dengan menaiikan sensifitas pengelihatan, apabila ada cahaya yang memasuki ruangan maka mata kita akan menyesuikan dengan menurunkan sensifitas pengelihatan.

Untuk dapat memahami segitiga aperture memerlukan banyak latihan untuk mendapatkan “Feel” yang dibutuhkan, bahkan fotografer professional sekalpun membutuhkan beberapa kali penyesuaian sebelum mendapatkan aperture yang diinginkan. Lalu untuk lebih jelasnya mengenai ISO, Aperture, dan Shutter Speed akan dibahas pada artikel photography 101 berikutnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.